Jumat, 01 November 2013

Drama tentang detik detik kemerdekaan

DETIK-DETIK KEMERDEKAAN INDONESIA

Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Dan pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Sultan syahrir (golongan muda) mendengar pidato penyerahan kaisar Hirohito dari radio. Tetapi, berita tersebut masih simpang siur.

Golongan pemuda mengadakan rapat disalah satu ruangan Lembaga Bakteriologi.

Pemuda 1                     : “Saat ini, Indonesia berada dalam keadaan kosong kekuasaan. Bagaiman kalau                                                                                                                                                               kita  secepatnya memproklamasikan kemerdekaan?”

Pemuda 2                     : “Tapi, Jepang memberikan kemerdekaan Indonesia sekitar  24 Agustus 1945.”

Pemuda 3                     :” Bagaimana jika 16 Agutus 1945 saja kita memproklamasikan kemerdekaan?”

golongan muda           : “Setuju…”

Pemuda 3                     : “Tapi, siapa yang akan menemui bapak Soekarno dan bapak  Moh.Hatta untuk
menyampaikan keputusan ini?”

Pemuda 2                     : “Darwis”

Pemuda 1                     : “Darwis dan Wikana. Bagaimana?”

Darwis dan Wikana    : “Baik, kami yang akan menyampaikan keputusan ini.”

Lalu, Wikana dan kawan-kawan langsung menemui Ir. Soekarno di kediamannya.

Ir. Soekarno                 : “Ada apa kalian datang kemari?”

Wikana                         : “Bagaimana jika kita memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal
            16 Agustus 1945?”

Ir. Soekarno                 : “16 Agustus 1945? Tapi, jepang akan memberikan kemerdekaan  untuk Indonesia
            sekitar 24 Agustus 1945”

Wikana                          : “Jika keinginan ini tidak dilaksanakan, kemungkinan akan terjadinya   pertumpahan darah.”

Mendengar ancaman tersebut, Ir. Soekarno menjadi marah.

Ir. Soekarno                 :”Ini lah leherku,saudara boleh membunuh saya sekarang juga. Saya tidak bisa
melepaskan tanggung jawab saya sebagai ketua PPKI. Karna itu, saya tanyakan
kepada wakil-wakil PPKI besok.”

Para golongan muda   :”Baik, kami tunggu keputusannya.”

Golongan muda mengadakan rapat kembali yang bertempatan dijalan Cikini 71 Jakarta.

Wikana                         :”Setelah kami menyampaikan keputusan, bapak Soekarno tidak bisa mengambil keputusan sebelum ia menanyakan kepada wakil-wakil PPKI.”

Para golongan muda  :”Kita tidak boleh putus asa!”

Pemuda 1                     :”Baik! tenang! Begini saja, kita bawa bapak Soekarno dan bapak  Moh. Hatta ke
 Rengasdengklok”

Pemuda 2                     :”Iya, kita harus menjauhkan bapak Soekarno dan bapak Moh. Hatta dari tekanan dan pengaruh Jepang.”


Sesuai rencana, pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda membawa Ir. Soekarno dan Moh.Hatta ke Rengasdengklok.

Syodanco Singgih        :”Bagaimana? Apakah keputusan bapak masih tetap pada tanggal 24 Agustus  1945 Indonesia akan memproklamasikan kemerdekaan?”

Ir. Soekarno                 :”Baik, jika ini keinginan kalian. Kami akan melaksanakan  proklamasi kemerdekaan
            Indonesia setelah kami kembali ke Jakarta.”

Rombongan Ahmad Subardjo yang menjemput Ir. Soekarno dan Moh.Hatta tiba di Rengasdengklok pukul 17.30 WIB.

Para golongan muda    :”Kita akan kembali ke Jakarta. Lantas, kapan proklamasi  dilaksanakan?”

Ahmad Subardjo           :”Proklamasi kemerdekaan Indoensia paling lambat akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 12.00 WIB.”

Pukul 23.00 WIB, rombongan Soekarno-Hatta telah sampai di Jakarta. Rombongan kemudian menuju rumah Laksama Tadashi Maeda yaitu tentara Jepang yang mendukung Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan.

Ahmad Subardjo          :”Untuk kalimat pertama saya mendapatkan buah pemikiran; ‘kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia’”

Moh. Hatta                   :”Saya ada tambahan dikalimat selanjutnya; ‘Hal-hal yang mengenai pemindahan
kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.’”

Ir. Soekarno                  :”Lantas, siapa saja yang harus menandatangani naskah proklamasi?”

Moh. Hatta                   :”Semua yang hadir?”
Sukarni                          :”Hadirin banyak yang tidak setuju. Cukup dua orang saja, yakni bapak Soekarno dan bapak Hatta atas nama bangsa Indonesia.”

Hadirin                          :”Setuju..”

Ir. Soekarno                 :”Baik. Selanjutnya teks proklamasi akan diketik oleh Sayuti Melik.”

Sayuti Melik                :”Baik.”

Ir. Soekarno                 :”Untuk bendera Merah Putih, Fatmawati lah yang akan menjahitnya.”

Fatmawati                    :”Iya..”

Setelah naskah proklamasi selesai diketik dan ditanda tangani oleh Soekarno-Hatta, Bendera pusaka pun telah selesai dijahit oleh Fatmawati.

Ir. Soekarno                 :”Pembacaan naskah  proklamasi akan diadakan di Jalan Kebangsaan Timur No. 56
                                            Jakarta.”

Soekani                         :”Rakyat Jakarta dan sekitarnya telah diserukan untuk berkumpul di Lapangan Ikada.”

Ir. Soekarno                :”Tidak! Saya khawatir akan timbul bentrokan dengan pihak Jepang.”

Hadirin                         :”Baik. Pembacaan naskah proklamasi dilakukan di rumah bapak Ir. Soekarno.”

Setelah berkumpul, Ir. Soekarno membacakan naskah proklamasi.
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal hal  jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05
Wakil wakil bangsa Indonesia.


Dan setelah pembacaan naskah proklamasi, bendera Merah Putih Sang Saka pun dikibarkan.

Kata kata lucu

  • Jika ada orang yang menghina anda, jangan terburu-buru menyangkal pernyataan mereka. Sepertinya mereka benar.
  • Selama janur kuning belum melengkung, aku akan tetap mengejar cintamu. tapi kalo udah melengkung, bakal aku setrika lagi biar lurus. 
  • KUTANG = suKA nguTAnG
  • ITAM = Iri Tanda Tak Mampu
  • jadilah orang yang SEPATU = SElalu tePAt wakTU